aquagelas

Nelangsa

In Uncategorized on March 28, 2011 at 12:37 pm

Sehempas hatiku kau hentak dengan kata-katamu.
Sebentuk rinduku membengkak mendengar keluh-kesahmu.

Tuhan, jika kau memang ada, pasti kau merasa.
Tuhan, jika kau memang ada, pasti kau mengetahui segalanya.
Apa yang aku rasa, apa yg dia rasa, apa yg terjadi di antara kami berdua.

Serempak suara hujan menjalari syaraf melalui indera pendengarku.
Malam ini dingin, sedingin keinginanku akan masa depan yg paling tidak tak seberat saat ini.

Aku memang makhluk pengeluh.
Tak lebih.
Biarkan kali ini aku menangis dalam tulisanku.
Biarkan aku goreskan huruf-huruf yang sembab, tanda baca yang sendu, dan spasi yang menyayat kalbu.
Paling tidak aku bebas untuk menangis dalam tulisanku sendiri.

Tangisan tanpa air mata, tanpa suara, tanpa kenapa, mengapa, karena apa.
Tangisan berupa sekelebat hati yang terpagut nelangsa.
Nelangsa, mungkin satu kata itu yg bisa menggambarkan semua.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.