Tiba-tiba saja malam ini pikiran saya terusik oleh kata-kata yang sering saya dengar, lebih tepatnya asal dengar, yang tak pernah saya amati lebih lanjut tiba-tiba saja timbul pertanyaan…
Surga Ada di Telapak Kaki Ibu
- bagaimana dengan ibu yang membunuh anak kandungnya sendiri?
Jodoh Ada di Tangan Tuhan
- kenapa ada pertanyaan “sebaiknya menikah di umur berapa?”
Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit
- bagaimana dengan beribu-ribu atau bahkan berjuta-juta anak yang punya potensi tapi terpaksa putus sekolah? bagaimana dengan orang dengan cita-cita setinggi langit tapi terpaksa harus ‘nego’ dengan dirinya sendiri karena sadar jalan hidupnya bukan seperti yang ia cita-citakan.
Harapan
- saya tidak tahu.. di zaman seperti sekarang ini masih bolehkah berharap? atau memang kita cuma bisa berharap? berharap kehidupan yang lebih baik, berharap kita menjadi orang yang lebih berarti, lebih mempunyai peranan dalam sibuknya dunia ini akan kesibukannya sendiri.
Tujuan Hidup
- apa sih tujuan hidupku? apa kamu pernah menanyakan pertanyaan ini pada dirimu sendiri? lalu apa jawabanmu? apakah kamu memiliki jawaban yang kuat atas pertanyaanmu sendiri? ataukah cuma jawaban penyesalan? atau jawaban go with the flow tanpa pertanggungjawaban?
(coretan di atas ini adalah sekedar tumpahan dan curahan hati seorang saya yang sedang pesimis akan hidupnya. *sigh*
hope tomorrow I will be more optimistic.)
Terasa sulit terjawab, bukan??
Ya, I’ve ever questioned the same things yet I thought gw akan terus membuat hati gw merasa sulit kalo cuma berkutat sama hal-hal yang sudah menjadi rahasia Tuhan.
Agak kurang setuju sama quote “go with the flow” yang terkesan kita sama skali ngga punya kontribusi atas hidup kita, tapi tidak juga menafikan bahwa ada kuasa diatas kuasa hidup setiap manusia.
thanks for jumped over my blog, salam kenal