aquagelas

Pihak Ketiga

In Uncategorized on December 3, 2009 at 4:26 am

Tahukah kalian rasanya menjadi pihak ketiga dalam suatu hubungan? Bukan, ini bukan tentang perselingkuhan, bukan pula tentang dua-menduakan. Tapi lebih kepada pihak ketiga yang kalah dalam memperebutkan kisah cintanya. Pihak ketiga yang selalu mengalah demi berlangsungnya kisah cinta dengan happy ending antara sang pangeran berkuda putih dan sang Cinderella.
Pihak ketiga dalam perselingkuhan biasanya dibenci banyak orang, bahkan mungkin kamu juga benci ketika pacar sahabat kamu jalan dengan orang lain yang bukan sahabat kamu, atau mungkin pacar kamu sendiri jalan dengan orang lain dengan kamu. Tapi pihak ketiga ini dibenci karena dia memang pantas untuk dibenci, karena dia mengambil keuntungan dari renggangnya hubungan, dia mengambil kesempatan dari jarak jauh yang dialami suatu hubungan, dia melaba dari rasa kesepian seseorang, dia memanfaatkan celah dari kebutuhan seseorang yang tidak bias dipenuhi pasangan resminya. Dan semua itu dia lakukan dengan cara yang curang. Dia bermain cerdas di belakang, dia mencuri waktu di waktu luang. Dan pihak ketiga seperti ini yang memang pantas dibenci.
Yang saya maksud pihak ketiga yang tidak ada hubungannya dengan perselingkuhan adalah pihak ketiga yang merelakan perasaannya demi kelangsungan kisah cinta pihak pertama dan kedua. Dia bukan sebagai pihak ketiga yang merebut hati lewat belakang. Dia bukan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan renggangnya suatu hubungan, bukan juga sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan rasa kesepian seseorang. Dia adalah seorang yang mencintai setulus hati tapi merelakan cintanya untuk orang lain. Dia adalah orang yang mengisi keceriaan dan senandung ceria hari-hari seseorang tapi cuma dianggap tidak lebih dari seorang sahabat baik. Dia adalah seseorang yang rela mati demi seorang yang dicintainya tapi mereka bertemu di waktu yang salah. Dia adalah seorang yang mencintai seseorang sepenuh hati tapi orang yang dicintainya ternyata menemukan tambatan hatinya yang sejati dan tegar menghadapi apa yang memang sudah jadi jalan takdir.

Bahkan di cerita fiksi pun orang seperti ini tidak pernah menjadi peran utama. Mereka cuma menjadi efek dramatisasi dari sebuah kisah romantis dimana tanpa kehadirannya cerita itu kurang ada gregetnya dan kurang terasa dramanya. Saya ambil contoh bagi yang sudah pernah membaca Perahu Kertas karangan Dee, bagaimana bila Kugy bertemu Keenan dan mereka jatuh cinta disaat yang tepat, mereka saling jatuh cinta disaat mereka sedang sama-sama jomblo, pasti terasa agak datar meskipun terdapat konflik2 yang lain seperti cita2 Kugy sebagai Juru Dongeng yang tak terlihat masuk akal untuk dijadikan profesi dan cita-cita Keenan untuk menjadi pelukis yang ditentang habis-habisan oleh Papanya. Tentu lebih dramatis dan lebih menyentuh karena disitu ditambahkan peran Ojos yang dua tahun pacaran dengan Kugy semenjak SMA dan harus putus dengan Kugy karena menyadari Kugy telah jatuh cinta kepada Keenan. Dan peran seorang Remegius Aditya atasan Kugy yang good looking, karier yang cemerlang di bidang advertising, bahkan digilai banyak cewek di lingkungan kerjanya tetapi memilih untuk cinta mati kepada Kugy dan akhirnya hatinya juga hancur karena ternyata Kugy cinta mati kepada Keenan. Dan juga tokoh Wanda yang jatuh cinta mati kepada Keenan dan mereka memiliki kesukaan yang sama dalam hal lukisan, tapi pada akhirnya Wanda juga hancur hatinya karena cinta palsu Keenan yang ternyata cuma rasa simpati dan perasaan balas budi karena Wanda membantunya menampilkan lukisannya di Galeri Warsita milik orangtua Wanda.

Pemeran utama selalu mendapat happy ending, sedangkan pihak ketiga selalu menderita di akhir, bahkan ada pula yang menderita dari awal hingga akhir cerita. Bahkan pembaca atau penonton cerita fiksi pun malas memperhatikan nasib pihak ketiga ini. Mereka lebih memilih asyik bertangis haru ketika sang Prince Charming berciuman, menikah dan happily ever after dengan putri impian.
Hal ini pernah saya alami, tetapi saya bukan pihak ketiga. Saya dan cewek saya berpacaran hampir memasuki tahun ketiga ketika itu terjadi. Hubungan saya dengan cewek saya kebetulan memang sedang renggang, karena saat itu adalah tahun pertama saya kuliah di Jakarta dan cewek saya di Surabaya. Datanglah mister A ini di waktu yang mungkin tepat untuk mudah diterima di hati cewek saya yang sedang jauh dengan saya dan singkat cerita dia jatuh cinta dengan cewek saya. Cintanya pun ternyata bukan cinta biasa, dia cinta setengah mati dengan cewek saya.

Si A adalah Presiden BEM di kampus cewek saya waktu itu. Seorang cowok dengan banyak fans dan penggemar karena prestasinya di bidang akademik dan organisasi kampus. Singkatnya si A ini akhirnya mengutarakan perasaannya kepada cewek saya dan sangat mengerti kalau cewek saya tidak mungkin dia miliki karena cewek saya sudah pacaran dengan saya selama tiga tahun dan selama itu hubungan kami baik-baik saja dan tidak ada pertengkaran yang sampai menyebabkan kami putus-sambung. Dia cuma mengutarakan perasaannya begitu saja, tanpa harapan, tanpa tujuan. Saya memang sudah mengetahui kedekatan mereka sejak awal si A mulai berkunjung kerumah cewek saya, lalu ke dokter gigi bareng, ke mal bareng, dan akhirnya nonton bareng karena memang cewek saya selalu cerita kepada saya tentang apa yang dia lakukan terutama dengan si A dan selalu saya perbolehkan karena cewek saya selalu berhasil meyakinkan saya bahwa tidak ada maksud apa-apa dari si A dan selama ini cewek saya menganggap si A adalah sosok kakak laki-laki yang mengayomi dia dan cewek saya nyaman dengan itu.
Saya mulai berontak dan meluapkan semua kemarahan saya ketika mengetahui akhirnya si A ternyata mengutarakan perasaannya kepada cewek saya, hal yang selama ini saya khawatirkan akan terjadi tapi selalu saya sangkal karena yakin dengan perkataan cewek saya kalau si A tidak mungkin bermaksud apa-apa. Dan cewek saya juga setengah mati minta maaf kepada saya kalau selama ini dia telah salah menangkap maksud dari si A.
Singkat cerita hubungan saya dan cewek saya akhirnya baik-baik saja dan cewek saya lebih memilih saya daripada si A. Sebuah happy ending untuk saya. Tapi lain cerita jika kita melihat dari sisi mister A, dia masih belum bisa menemukan pengganti cewek saya meskipun dia sempat berpacaran dua kali setelah itu. Pihak ketiga seperti mister A inilah yang saya maksud. Cinta dia tulus kepada cewek saya, mungkin bahkan hampir menyamai perasaan sayang saya terhadap cewek saya. Tapi dia bertemu dengan cewek saya di waktu yang salah. Dia bertemu di waktu cewek saya sudah bersama dengan saya selama tiga tahun. Dia bertemu dengan cewek saya disaat dia punya hubungan pacaran yang tidak ada putus-sambung didalamnya. Tapi memang cuma itu yang bisa dilakukan oleh pihak ketiga, merelakan cinta sejatinya mencintai orang yang benar-benar dia cintai. Memang sebuah akhir yang menyedihkan untuk si A. tapi dengan hadirnya si A dalam cerita saya dan cewek saya tak dapat disangkal telah memberikan drama dan romantisme didalam hubungan saya. Karena tanpa hadirnya si A, hubungan kami mungkin akan normal-normal saja dan seperti cerita yang tidak ada konflik didalamnya, tidak ada yang bikin greget, dan tidak akan ada cerita seperti yang sudah saya sampaikan tadi.
Mungkin akan sangat lain ceritanya apabila waktu itu ternyata cewek saya lebih memilih si A daripada saya. Jika ternyata pada waktu itu pilihan cewek saya kepada si A, maka saya yang akan menjadi pihak ketiga dan saya yang benar-benar akan merasakan perasaan cuma sebagai figuran penambah peran dan dramatisasi dalam hubungan mereka…

Diantara kalian ada aku
Diantara jarak kalian ada aku
Ada aku di setiap persimpangan jalan kalian
Ada aku di setiap perselisihan kalian

Mungkin aku cuma benalu
Mungkin aku cuma penghisap
Tapi aku juga berhak bahagia atas perasaanku

Aku tidak minta untuk suka dengan kekasihmu
Aku tidak pernah berkhayal untuk memuja pujaan hatimu
Tapi ini urusan hati

Andaikan aku boleh memilih…

  1. menjalani hubungan jarak jauh di bawah bayangan pihak ke-3 bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.