aquagelas

Nelangsa

In Uncategorized on March 28, 2011 at 12:37 pm

Sehempas hatiku kau hentak dengan kata-katamu.
Sebentuk rinduku membengkak mendengar keluh-kesahmu.

Tuhan, jika kau memang ada, pasti kau merasa.
Tuhan, jika kau memang ada, pasti kau mengetahui segalanya.
Apa yang aku rasa, apa yg dia rasa, apa yg terjadi di antara kami berdua.

Serempak suara hujan menjalari syaraf melalui indera pendengarku.
Malam ini dingin, sedingin keinginanku akan masa depan yg paling tidak tak seberat saat ini.

Aku memang makhluk pengeluh.
Tak lebih.
Biarkan kali ini aku menangis dalam tulisanku.
Biarkan aku goreskan huruf-huruf yang sembab, tanda baca yang sendu, dan spasi yang menyayat kalbu.
Paling tidak aku bebas untuk menangis dalam tulisanku sendiri.

Tangisan tanpa air mata, tanpa suara, tanpa kenapa, mengapa, karena apa.
Tangisan berupa sekelebat hati yang terpagut nelangsa.
Nelangsa, mungkin satu kata itu yg bisa menggambarkan semua.

Hari Mata Hari

In Uncategorized on March 13, 2011 at 2:03 am

Selamat hari matahari
Hari dimana matahari bersinar sangat cerah.
Apa? Hari ini mendung gelap gulita?
Tidak apa-apa, dibalik mendung itu asih ada matahari yg bersinar dgn terangnya.

Selamat hari matahari bagi yang merayakannya.
Hari dimana orang-orang berduyun-duyun pergi ke kuil dengan pakaian terindahnya.
Hari dimana para wanita menunjukkan kecantikannya.
Hari dimana para lelaki menunjukkan kesuksesannya.
Tidak ada kata sederhana dalam merayakannya.
Karena cuma ada sekali dalam sepekan, beberapa jam dalam 7 hari. Jangan menyia-nyiakannya dengan berpenampilan biasa saja.
Keluarkan seluruh yg kau punya, pakai semua yg terindah, bersikaplah hari ini adalah hari teristimewa dlm hidupmu.

Hari matahari, sudahkah kau tahu sejarahnya?
Jangan cuma ikut-ikutan, jangan cuma karena semua orang juga melakukan.
Satu hari dimana matahari dielu-elukan dan dipuja.
Satu hari meskipun panas mendung dia tetap ada.
Memang matahari selalu ada, bukan cuma di hari itu saja.

Selamat hari matahari.

Tuhan itu baik

In Uncategorized on August 29, 2010 at 4:16 am

Tuhan itu baik.

Memberi kewajiban yg menurut kita berat untuk dilaksanakan, padahal itu untuk diri kita sendiri.

Seperti seorang ibu
Yang memaksa kita untuk makan dalam keadaan sakit meskipun mulut kita pahit dan tidak selera makan.

Seperti seorang ibu
Yang memaksa kita tidur siang padahal kita masih ingin bermain dengan teman-teman.

Seperti seorang ibu
Yang menyuruh kita untuk belajar, setiap malam, setiap ada waktu luang. Bahkan mengancam dengan hukuman bila tidak kita lakukan.

Kita seperti anak kecil, yang sebenarnya tidak tahu apa yang terbaik untuk kita.

Tuhan itu baik, menjadikan semua yang baik untuk kita menjadi suatu hal yang harus kita lakukan.

Karena kita cuma anak kecil.

Kita akan menyadarinya ketika dewasa nanti.

Di alam yang dewasa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.